Hidup di era digital seperti sekarang ini segala sesuatunya memang semakin dipermudah, termasuk diantaranya adalah belanja atau memenuhi berbagai kebutuhan, maka Anda tidak perlu kemana-mana, karena bisa dilakukan dari rumah saja, diantaranya adalah dengan cara belanja online. Pastinya sudah tidak asing lagi dengan hal ini bukan. Tersedia banyak marketplace serta ecommerce yang bisa Anda manfaatkan untuk mempermudah kegiatan belanja.
Namun juga tak bisa dipungkiri kemudahan tersebutlah yang membuat seseorang terkadang jadi lebih boros, karena apapun yang terlihat menarik akan langsung dibeli tanpa memperhitungkan kondisi keuangan. Bagi Anda yang juga mengalami kondisi semacam ini, maka berikut ini ada beberapa tips menyiasatinya agar lebih hemat, yaitu:
- Batasi aplikasi belanja online yang diinstall, karena faktanya semakin banyak Anda menggunakan aplikasi belanja online, secara tidak sadar godaan untuk belanja juga semakin tinggi. cukup install satu saja, jika masih boros maka sebaiknya uninstall semuanya.
- Kurangi waktu untuk scroll di marketplace, hal ini membuat seseorang tergoda untuk belanja lewat marketplace atau secara online ini sebenarnya tak lepas dari kebiasaan suka scrolling toko online tersebut, sehingga ketika melihat ada yang tampak lucu, promo atau sejenisnya pasti tergoda untuk membeli, padahal sebenarnya bukan barang yang Anda butuhkan.
- Hindari pemakaian paylatter, sekarang ini aplikasi belanja online juga sudah menjalin kerjasama dengan banyak lembaga pembiayaan yang ada di Indonesia, sehingga menawarkan fasilitas yaitu paylatter atau layanan pembayaran dengan sistem cicilan, meskipun dirasakan memudahkan masyarakat. Namun sebenarnya hal ini hanya mendorong Anda menjadi lebih boros, karena mau tidak mau juga harus membayar beban bunga pinjaman.
Di satu sisi belanja online memang bisa jadi lebih hemat dengan banyaknya promo-promo menarik, namun bagi beberapa kalangan yang tidak tahan godaan hal ini sebenarnya mendorong mereka untuk menjadi lebih boros. Hingga tak jarang diantaranya yang terjerat oleh hutang atau pinjaman dalam nominal yang tinggi disebabkan oleh keberadaan layanan belanja secara online ini.