Menjadi anak kos tentu sudah menjadi salah satu hal yang biasa untuk mahasiswa yang berkuliah di kampus yang tempatnya berada jauh dari rumah. Segala bentuk kebutuhan dibeli sendiri dengan mengandalkan uang bulanan yang diberikan oleh orang tua. Besaran uang bulanan tiap mahasiswa berbeda-beda tergantung perekonomian orang tua serta mahal tidaknya biaya hidup di tempat tersebut. Bahkan ada beberapa mahasiswa mengambil kerja sambilan untuk menambah uang jajan atau bahkan mengandalkan uang hasil kerja sambilan untuk biaya pendidikannya.
Terpenuhi atau tidaknya kebutuhan mahasiswa di perantauan tergantung bagaimana mereka mengelolah keuangan mereka. tidak jarang banyak dari mereka merasa khilaf akan uang yang diberikan dan sering menghabiskan uang tersebut sebelum waktunya. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan oleh mahasiswa agar bisa mengelolah keuangan mereka:
- Bagi uang bulanan menjadi beberapa bagian.
Beberapa ahli dalam financial planning menyarankan untuk membagi uang bulanan menjadi beberapa bagian. Pembagian sederhananya yaitu 50% untuk biaya hidup yang mencangkup pengeluaran kos, belanja, makan dan kebutuhan lainnya, 30% untuk tabungan dan 20% sisanya lifestyle ataupun kebutuhan sekunder lainnya.
- Kurangi perilaku konsumtif.
Banyak orang mengedepankan gengsi daripada kebutuhan pokok. Padahal sebenarnya barang-barang yang dibeli tidak terlalu dibutuhkan. Maka ada baiknya jika memprioritaskan membeli suatu barang karena kebutuhan yang harus dipenuhi dan mendesak.
- Terapkan gaya hidup minimalis.
Sebagai anak rantau, pasti memiliki kebutuhan khusus yang wajib dipenuhi maka penting untuk kita menerapkan gaya hidup minimalis dengan memprioritaskan kebutuhan pokok sesuai porsi yang dibutuhkan.
- Sisipkan uang untuk dana darurat.
Dana darurat menjadi salah satu perencanaan uang yang penting untuk dimiliki, kegunaan dana darurat adalah ketika ada pengeluaran darurat maka uang ini dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah yang timbul.
Demikian beberapa tips yang bisa dilakukan Penerapan ini dapat dilakukan secara bertahap dan perlu dilakukan secara konsisten. Meskipun masih dalam usia produktif bekerja, tidak ada salahnya menghemat pengeluaran untuk kebebasan keuangan dimasa yang akan datang.