Bukan sebuah rahasia lagi jika seandainya asuransi banyak dijadikan sebagai salah satu alternatif bagi seseorang untuk mengelola keuangan lebih baik. Beberapa diantara Anda mungkin memiliki pemasukan yang cukup besar, namun sering kali tidak tahu hilang entah kemana padahal tidak dipakai untuk membeli aset atau ditabung. Namun dengan adanya tanggungan tertentu misalnya adalah harus membayar premi asuransi jiwa, asuransi kesehatan maupun pendidikan tentunya jauh lebih bermanfaat, karena kedepannya bisa lebih bermanfaat untuk diri Anda.
Memang faktanya sendiri manfaat asuransi ini tidak bisa langsung dirasakan hari itu juga, melainkan nanti di masa depan. Termasuk diantaranya adalah asuransi jiwa mungkin yang merasakannya bukan tertanggung yang selama ini membayar preminya, melainkan keluarga tercinta, istri ataupun anak-anak. Jadi tetap tidak akan rugi untuk membelinya, apalagi resiko seperti halnya kecelakaan dan juga kematian adalah hal yang sifatnya pasti dialami oleh setiap orang, namun tidak ada yang bisa memprediksikannya. Untuk itu harus mulai mengupayakan untuk turunkan resikonya dari sekarang.
Banyak alasan yang membuat seseorang untuk membeli asuransi, salah satu diantaranya adalah melihat dari segi tawaran preminya, apakah murah ataukah tidak. Namun tahukah Anda bahwa sebenarnya besar kecilnya biaya premi asuransi, khususnya adalah asuransi jiwa dipengaruhi oleh beberapa faktor, jika Anda terkena premi yang mahal, mungkin karena beberapa hal ini, yaitu:
- Mengajukan di usia yang sudah tidak lagi muda, usia memang jadi hal yang paling dipertimbangkan perusahaan dalam menerima nasabah asuransi, semakin tua usia maka resiko kematian juga akan semakin besar, itulah mengapa mereka yang mengajukan asuransi ketika sudah berusia lanjut akan dikenai dengan premi lebih mahal dibandingkan dengan mengajukan saat masih muda.
- Memiliki kebiasaan merokok, perokok memang beresiko tinggi untuk terkena berbagai jenis penyakit dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok, jadi seorang perokok yang mengajukan asuransi sudah pasti dikenai dengan premi mahal jika dibandingkan dengan yang tidak.
- Memiliki riwayat kesehatan yang cukup serius sebelumnya, seperti penyakit gula atau yang dikenal sebagai diabetes melitus hingga kesehatan pada jantung. Orang-orang dengan kondisi semacam ini sudah pasti potensi untuk mengalami kambuh pada penyakitnya juga kian tinggi. Jadi untuk mengurangi resiko kerugian yang mungkin dialami oleh perusahaan tersebut mereka akan mengenakan premi dengan harga yang lebih mahal.
- Bekerja di bidang pekerjaan yang memiliki resiko tinggi, memang faktanya tidak semua orang bekerja hanya duduk diam di dalam kantor sambil berkutat dengan komputer saja. Melainkan ada banyak sekali yang bekerja di bagian lapangan, pekerjaan konstruksi, kemudian juga buruh pabrik, bidang pertambangan dan sejenisnya, mereka dengan bidang pekerjaan semacam ini resikonya lebih besar dan jika membeli asuransi akan dikenai dengan premi yang mahal pula.
- Menginginkan uang pertanggungan yang besar, siapa yang tidak menginginkan hal ini, sudah pasti setiap nasabah asuransi ingin dapatkan uang pertanggungan yang nominalnya besar bukan, namun sejalan dengan hal tersebut juga harus siap dengan nilai premi yang jadi kian mahal. Karena nilai premi ini akan sebanding dengan apa yang didapatkan pada saat mengajukan klaim nanti.
Jadi jangan kaget jika seandainya Anda dikenai dengan premi asuransi jiwa yang lebih mahal, karena memiliki beberapa kondisi di atas. Mengingat dengan kondisi yang sama perusahaan asuransi lain juga akan merupakan hal yang sama.